Karena selama ini kita anggap bukan hal penting
Kita nyaris lupa ini seharusnya terawat baik dalam jiwa kita
Kita nyaris lupa ini seharusnya terawat baik dalam jiwa kita
Dan kitapun lupa menularkan pada
sesama
Karena kita generasi penikmat hasil
Kita bukan dari bagian pengupaya hasil
Hingga kita tidak fokus pada prosesnya
Kita bukan dari bagian pengupaya hasil
Hingga kita tidak fokus pada prosesnya
PATRIOTISME.... Ya, ini telah bias dan hampir sirna
dalam jiwa kita
Padahal semangat ini lah yang
menjadi ruh bangsa ini meraih kedaulatan
Semangat patriot inilah yang dulu
dimiliki oleh sebagian kebanyakan orang tua kita dulu
Ya, orang tua kita yang merintis
bangsa ini
Tanpa ini mungkin hingga kini kita menjadi sekutu dari bangsa koloni
Tanpa ini mungkin hingga kini kita menjadi sekutu dari bangsa koloni
Apa yang salah dengan kita sebagai
warga bangsa
Dahulu perintis negeri ini berespon
positif atas panggilan negeri
Tiada beradu tawar ketika bergema
panggilan ibu pertiwi
Tak pula berargumen ketika harus menyingsingkan lengan baju
Pantang ber-ego untuk mengangkat senjata
Tak pula berargumen ketika harus menyingsingkan lengan baju
Pantang ber-ego untuk mengangkat senjata
Semua mengalir tulus untuk sebuah
totalitas di medan laga
Ya, kagum kita atas jiwa patriot
orang tua kita, perintis bangsa ini
Kini kita seharusnya malu sebagai
anak bangsa
Kini ibu pertiwi kembali memanggil kita
Kini ibu pertiwi kembali memanggil kita
Meminta kita untuk berbuat demi
kedaulatan hidup yang nyaris “direnggut virus”
Bukan pemerintah yang memanggil
kita, tapi negeri ini
Demi masa depan negeri ini, kita dan generasi setelah kita
Ya, demi anak-anak kita, cucu-cucu kita
Demi masa depan negeri ini, kita dan generasi setelah kita
Ya, demi anak-anak kita, cucu-cucu kita
Ini masih penggilan yang sama dari ibu pertiwi
Yang pernah tersampaikan pada orang tua kita
Ya, tatkala mereka diminta untuk mengambil
kedaulatan negeri ini
Tetapi kini mengapa harus menjadi
berbeda ???
Ketika pangilan itu berkumandang untuk kita
Ketika pangilan itu berkumandang untuk kita
Kita masih “stag” dengan
kepentingan kita
Kita masih lantang berargumen dan berpendapat
Kita masih lantang berargumen dan berpendapat
Sebuah penundaan berbuat yang tak lebih
sebagai akumulasi ketidaksiapan kita
Untuk berbuat bagi bangsa ini
Betapa memalukannya kita...
Sebelum kita memenuhi panggilan itu
Kita mendudukan posisi tawar kita
kepada negara
Untuk dicukupi lebih dulu kebutuhan pribadi kita untuk masa 14 hari
Untuk dicukupi lebih dulu kebutuhan pribadi kita untuk masa 14 hari
Kita nyaris membuat pesyaratan
dengan ego sebelum memenuhi panggilan berkorban untuk negeri ini
Dimana jiwa PATRIOTISME kita ???
Ya inilah kita generasi penikmat
hasil
Yang baru akan berbuat jika kebutuhan kita sudah dibantu oleh pemerintah
Yang baru akan berbuat jika kebutuhan kita sudah dibantu oleh pemerintah
Sebagian dari kita nyaris
bertarif “lima ratus ribu” untuk berbuat
solusi
Kita nyaris lupa bahwa perintis
negeri ini memenuhi panggilan berjuang itu bukan dalam keadaan mapan dan
berkecukupan
Ibu pertiwi
kini kembali memangil kita sebagai warga bangsa melalui : PP Nomor 21 tahun
2020, PERMENKES Nomor 9 Tahun 2020 dan
SK MENKES Nomor HK.01.07/MENKES/259/2020...
Ya, Pembatasan Sosial Berskala
Besar
Ini bukan sekedar opsi pemerintah
untuk melakukan solusi dengan menghindari Karantina Wilayah (lockdown) demi
rakyatnya
Tapi PSBB ini adalah perjuangan
kolektif kita untuk keluar dari Pandemi Covid-19 ini
Ya, memutus mata rantai penyebaran virus
Ya, memutus mata rantai penyebaran virus
Semoga PATRIOTISME kembali hadir
dalam jiwa kita
Tatkala kita harus menjalani PSBB
dalam masa 14 hari untuk Wilayah Bandung Raya dan Sebagian Sumedang pada
tanggal 22 April 2020.
Terlebih kita warga Haurngambang
yang mayoritas beragama islam
Akan sangat mudah untuk
menghadirkan kembali semangat patriotisme itu dalam jiwa kita
Karena bagi kita “Patrotisme”
adalah salah satu implementasi dari “Kesolehan Sosial” yang harus
teraplikasikan dalam keseharian bersosial sebagai seorang muslim.
Semoga ini tidak menjadi menggurui
para sesepuh disini
Narasi ini tak lebih hanya sebagai
spirit
Untuk kita warga haurngambang yang
akan memiliki “Andil Penting” pada PSBB
yang akan kita jalani, sebagai satu pengorbanan besar kita dalam menentukan
kehidupan kita selanjunya yang jauh lebih berkualitas tanpa Covid-19
Semoga Allah SWT, senantiasa
menyetujui dan merestui agenda kita bersama ini
Mari kita ajukan rencana solusi ini
kepada Sang Kholik melalui do’a
Semoga terkabul, Aamiin.
-ER-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar