Menyimak beberapa postingan sahabat, tidak sedikit yang mengekspos ke domain publik semua kesulitan dan keterpurukan finansial pada situasi Pandemi Covid-19 ini.
Kita semua memahami meskipun ada yang tidak
mengalaminya, namun apakah kita sudah berfikir jauh dengan apa yang tengah kita
lakukan ini. Dengan mengumbar beragam kesulitan finansial dimasa krisis ini di
ranah publik, apakah ini menjadi sebuah solusi ???
Apakah kita sudah menyadari penuh, bahwa seperti
apapun masa dan situasinya semua ini merupakan takdir dari yang maha kuasa.
Sang kholik sungguh memiliki sebuah sistem yang teramat sempurna dan rumit
untuk kita pahami, tentang takdir dan situasi perjalanan hidup kita di alam
ini.
Namun sistem itulah yang harus kita jalani dengan SOP yang sudah pernah kita terima dari guru-guru agama kita.
Namun sistem itulah yang harus kita jalani dengan SOP yang sudah pernah kita terima dari guru-guru agama kita.
Pandemi Covid-19 ini adalah salah satu takdir yang
harus kita jalani dengan penuh kehati-hatian dan intropeksi, jangan sampai kita
salah berbuat. Dengan terus menerus mengeluh dan berkeluh kesah hingga membuka
ke hadapan publik atas kesusahan yang tengah kita hadapi. Ini menjadi sesuatu yang
mengkhawatirkan tentang keimanan dan akhlak kita.
Jangan sampai keluh kesah ini mempresentasikan kita
sebagai hamba yang tidak bisa bersyukur dan ikhlas atas nikmat dan takdirnya.
Bukankan Sang Pencipta sudah membuatkan berbagai instrumen untuk kita dalam
menghadapi kesulitan seperti ini.
Diantaranya adalah melalui saluran vertikal kita
dengan Sang Kholik yaitu Do’a. Jangan pernah sampai kita mulai kehilangan
keyakinan atas kekuatan sebuah Do’a. Dan sesungguhnya masih banyak lagi
instrumen Tuhan lainnya dalam menghadapi krisis ini, itu semua adalah pilihan
yang sudah disiapkan oleh Sang Pencipta untuk kita makhluk-Nya.
Kita tinggal berpandai-pandai memanfaatkan instrumen dari Tuhan tersebut, dekatilah Tuhan..!!!
Jangan sampai kesulitan yang kita apresiasikan dalam
postingan di media sosial ini, justru menjadi sebuah provokasi bagi orang lain
yang keimanan dan akhlaknya sangat labil.
Sehingga hal ini bisa menjadi stimulus bagi orang
tersebut untuk berbuat nekad dan kriminal diluar kontrol iman dan taqwa.
Atau juga jangan pernah postingan kesusahan kita ini
menjadi bola panas yang menyerang pihak lainnya, yang justru saat ini tengah
berbuat untuk mencarikan solusinya untuk kita keluar dari masa sulit ini.
Mari kita menjadi pribadi yang mengagumkan bagi anak
dan cucu kita kelak.
Karena pahamilah jejak digital kita di medsos ini suatu saat masih bisa dilihat oleh anak dan cucu kita.
Karena pahamilah jejak digital kita di medsos ini suatu saat masih bisa dilihat oleh anak dan cucu kita.
Buatlah jejak yang baik, jadilah panutan bagi
mereka... Hingga suatu saat tatkala mereka mengunjungi akun facebook kita,
mereka akan bangga bahwa orang tuanya dalah pribadi yang tangguh dan sukses
mengatasi kesulitannya.
Karena sangat mungkin anak cucu kita dikemudian hari
akan mencari tahu jati diri orang tuanya melalaui akun-akun di media sosial
milik orang tuanya.
Dan sangat mungkin dengan berkembangnya teknologi
digital dan informasi, anak cucu kita dimasa yang akan datang ternyata masih
bisa membuka kembali riwayat aktivitas kita di media sosial yang pernah kita
hapus.
Maka buatlah semuanya menjadi perjalanan hidup kita
yang indah untuk dinikmati oleh anak cucu kita di masa yang akan datang,
marilah kita menjadi generasi panutan.
-E.R-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar