Rabu, 29 April 2020

PRILAKU KITA DI MEDSOS KINI, ADALAH WARISAN UNTUK ANAK CUCU KITA













Menyimak beberapa postingan sahabat, tidak sedikit yang mengekspos ke domain publik semua kesulitan dan keterpurukan finansial pada situasi Pandemi Covid-19 ini. 


Kita semua memahami meskipun ada yang tidak mengalaminya, namun apakah kita sudah berfikir jauh dengan apa yang tengah kita lakukan ini. Dengan mengumbar beragam kesulitan finansial dimasa krisis ini di ranah publik, apakah ini menjadi sebuah solusi ???

Apakah kita sudah menyadari penuh, bahwa seperti apapun masa dan situasinya semua ini merupakan takdir dari yang maha kuasa. Sang kholik sungguh memiliki sebuah sistem yang teramat sempurna dan rumit untuk kita pahami, tentang takdir dan situasi perjalanan hidup kita di alam ini.
Namun sistem itulah yang harus kita jalani dengan SOP yang sudah pernah kita terima dari guru-guru agama kita. 

Pandemi Covid-19 ini adalah salah satu takdir yang harus kita jalani dengan penuh kehati-hatian dan intropeksi, jangan sampai kita salah berbuat. Dengan terus menerus mengeluh dan berkeluh kesah hingga membuka ke hadapan publik atas kesusahan yang tengah kita hadapi. Ini menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan tentang keimanan dan akhlak kita.

Jangan sampai keluh kesah ini mempresentasikan kita sebagai hamba yang tidak bisa bersyukur dan ikhlas atas nikmat dan takdirnya. Bukankan Sang Pencipta sudah membuatkan berbagai instrumen untuk kita dalam menghadapi kesulitan seperti ini.

Diantaranya adalah melalui saluran vertikal kita dengan Sang Kholik yaitu Do’a. Jangan pernah sampai kita mulai kehilangan keyakinan atas kekuatan sebuah Do’a. Dan sesungguhnya masih banyak lagi instrumen Tuhan lainnya dalam menghadapi krisis ini, itu semua adalah pilihan yang sudah disiapkan oleh Sang Pencipta untuk kita makhluk-Nya. 

Kita tinggal berpandai-pandai memanfaatkan instrumen dari Tuhan tersebut, dekatilah Tuhan..!!!
Jangan sampai kesulitan yang kita apresiasikan dalam postingan di media sosial ini, justru menjadi sebuah provokasi bagi orang lain yang keimanan dan akhlaknya sangat labil.
Sehingga hal ini bisa menjadi stimulus bagi orang tersebut untuk berbuat nekad dan kriminal diluar kontrol iman dan taqwa.

Atau juga jangan pernah postingan kesusahan kita ini menjadi bola panas yang menyerang pihak lainnya, yang justru saat ini tengah berbuat untuk mencarikan solusinya untuk kita keluar dari masa sulit ini.

Mari kita menjadi pribadi yang mengagumkan bagi anak dan cucu kita kelak.
Karena pahamilah jejak digital kita di medsos ini suatu saat masih bisa dilihat oleh anak dan cucu kita.
 
Buatlah jejak yang baik, jadilah panutan bagi mereka... Hingga suatu saat tatkala mereka mengunjungi akun facebook kita, mereka akan bangga bahwa orang tuanya dalah pribadi yang tangguh dan sukses mengatasi kesulitannya.

Karena sangat mungkin anak cucu kita dikemudian hari akan mencari tahu jati diri orang tuanya melalaui akun-akun di media sosial milik orang tuanya.
Dan sangat mungkin dengan berkembangnya teknologi digital dan informasi, anak cucu kita dimasa yang akan datang ternyata masih bisa membuka kembali riwayat aktivitas kita di media sosial yang pernah kita hapus. 

Maka buatlah semuanya menjadi perjalanan hidup kita yang indah untuk dinikmati oleh anak cucu kita di masa yang akan datang, marilah kita menjadi generasi panutan.

-E.R-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contoh Modifikasi Job Deskripsi Karang Taruna Unit, Berorientasi pada Sasaran dan Potensi Lokal

Salam Pemberdayaan.... Pada tulisan kali ini saya memberikan salah satu contoh uraian tugas pada kepengurusan Karang Taruna Unit y...